PENGERTIAN, SEJARAH DAN JENIS ROTI DI INDONESIA
1.
Pengertian dan Sejarah Roti di
Indonesia
Roti adalah
makanan berbahan dasar utama tepung terigu dan air. Roti juga
merupakan salah satu makanan tertua di dunia. Roti termasuk makanan pokok di
banyak negara Barat sebagai bahan
dasar pizza dan
lapisan luar roti lapis. Roti masuk ke Indonesia sejak jaman Belanda sekitar
tahun 1930an, budaya makan roti yang biasa dilakukan orang-orang barat tersebut
mulai ditularkan pada warga pribumi dengan cara diperjualbelikan, ada yang
berkeliling dengan menggunakan gerobak dan ada juga yang berkeliling
menggunakan sepeda, untuk menjual roti-roti tersebut, dan tekstur roti pada
saat itu masih kasar dan agak keras.
Tahun
1950an cita rasa roti sudah lebih gurih dan aromanya lebih harum
karena pemakaian garam, minyak, mentega, ataupun telur, namun teksturnya masih padat dan kurang
mengembang, karena roti tersebut hanya dikembangkan di suhu ruang dalam baskom yang
hanya ditutup oleh lap basah.
Sekitar
tahun 1970an roti-roti dengan isi keju parut, selai, susu atau coklat messes mulai
diperkenalkan kepada public, dan sampai sekarang, bahkan lebih banyak lagi
variasinya seperti yang kita bisa lihat sekarang di toko-toko
ataupun di supermarket.
2. Jenis roti berdasarkan cara membuat roti :
1.
Di panggang : ini merupakan cara umum
yang paling sering dilakukan. Karena biasanya untuk roti berskala industri
menggunakan cara ini untuk membuat roti. Contoh roti yang dipanggang adalah
roti tawar, roti manis, pita bread, dan baquette.
2.
Di
kukus : cara
ini juga banyak di temukan temukan di industri rumahan. yang paling terkenal
adalah bakpao dan mantao.
3.
Di
goreng : yang paling umum ditemukan adalah donat dan
panada.
Jenis
roti berdasarkan rasa :
1. Roti Tawar :
Roti
tawar merupakan roti yang terbuat dari adonan tanpa menggunakan telur dengan
sedikit gula atau tidak sama sekali, penggunaan gula pada pembuatan roti tawar
hanya digunakan dalam percepatan proses fermentasi ( lilik Noer Yulianti
2004:28). Roti tawar memiliki tekstur yang halus seperti kapas, ringan dan
rasanya tawar. Biasanya roti tawar dikonsumsi oleh masyarakat kelas menengah
keatas sebagai sarapan pagi, akan tetapi dengan perkembangan zaman roti tawar
dapat dikonsumsi oleh semua kalangan sebagai sarapan pagi karena lebih praktis
dalam penyajiannya. Sebagaian besar bahan dasar/bahan pokok pembuatan roti
tawar adalah tepung terigu yang masih import. Oleh karena itu untuk
mengurangi ketergantungan masyarakat pada tepung terigu maka pada penelitian
ini peneliti mencoba untuk memanfaatkan bahan lokal dalam pembuatan roti tawar.
Bahan lokal yang dipilih dalam pembuatan roti tawar ini adalah ubi jalar.
2. Roti Manis :
adalah jenis roti yang mempunyai cita rasa manis
yang menonjol serta bertekstur empuk (soft) dengan isian seperti susu, coklat,
keju, selai dll. Roti manis ini di lihat dari adonannya termasuk dalam kategori
rich dough (adonan dengan kadar gula dan margarine lebih dari 10% ).
3. Roti Asin :
adalah jenis roti yang memiliki cita rasa asin yang menonjol serta bertekstur
empuk (soft) dengan isian seperti daging, sosis, telur, mayonaise, bakso dll.
Komentar
Posting Komentar